Kalau ditanya “lima tahun lagi mau jadi apa”, kebanyakan dari kita bakal panik nyari satu jawaban yang “benar”. Padahal justru di situ masalahnya: kita udah kepalang percaya kalau hidup cuma punya satu jalur yang tepat, dan tugas kita cuma nemuin jalur itu.
Bill Burnett dan Dave Evans, dua pengajar di Stanford d.school, punya cara pandang yang membalik logika ini. Dalam buku mereka, Designing Your Life, mereka ngajarin satu latihan bernama Odyssey Plan — dan intinya sederhana tapi ngubah cara mikir: alih-alih nyari satu masa depan yang paling benar, kamu diminta bikin tiga.
Kenapa Harus Tiga, Bukan Satu
Nama “odyssey” sendiri dipilih dengan sengaja — merujuk pada perjalanan panjang dan penuh kejutan, seperti perjalanan Odysseus. Burnett dan Evans percaya bahwa hidup yang kamu jalani sekarang cuma satu dari banyak versi hidup yang sebenarnya bisa kamu jalani. Kalau versi yang sekarang kerasa kurang pas, itu bukan akhir dari segalanya — karena selalu ada versi lain yang bisa dicoba.
Latihannya: bikin tiga rencana lima tahun ke depan, masing-masing menggambarkan arah hidup yang benar-benar berbeda satu sama lain — bukan variasi kecil dari rencana yang sama.
Rencana pertama biasanya dibangun dari jalur yang lagi kamu jalani sekarang, atau ide yang udah lama kamu pikirin tapi belum dieksekusi — proyeksi lima tahun ke depan dari posisi kamu hari ini.
Rencana kedua menjawab pertanyaan yang lebih menantang: kalau jalur pertama tiba-tiba ga bisa lagi dilanjutin — perusahaannya bubar, industrinya hilang, kesempatannya tertutup — apa yang bakal kamu kerjain selanjutnya?
Rencana ketiga yang paling membebaskan: kalau uang dan gengsi bukan lagi pertimbangan sama sekali, hidup seperti apa yang bakal kamu jalani?
Kenapa Latihan Ini Kerasa Berbeda dari Rencana Lima Tahun Biasa
Rencana lima tahun konvensional biasanya lahir dari tekanan buat “harus tahu arah yang pasti” — dan justru tekanan itu yang bikin banyak orang malah stuck, karena takut salah pilih. Odyssey Plan sengaja dirancang buat ngelawan itu.
Dengan maksa kamu bikin tiga rencana yang benar-benar berbeda, latihan ini otomatis membongkar satu keyakinan yang diam-diam sering kita pegang tanpa sadar: bahwa cuma ada satu jalur hidup yang “benar” buat kita, dan tugas kita adalah nemuin serta ngejar jalur itu sampe dapat. Begitu kamu maksa diri bikin tiga versi yang sama-sama masuk akal, keyakinan itu ambruk sendiri. Kamu jadi sadar: bukan cuma ada satu jalan yang benar. Ada banyak versi hidup yang sama-sama bisa memuaskan, cuma dengan bentuk yang beda.
Ini juga yang bikin latihan ini terasa lebih ringan dibanding sesi “menentukan tujuan hidup” pada umumnya. Kamu ga lagi cari satu jawaban final yang menakutkan buat disalahin. Kamu cuma lagi eksplorasi tiga kemungkinan — dan boleh salah satu darinya sengaja dibikin agak “liar” dan ga realistis, karena justru dari situ sering muncul insight yang paling jujur soal apa yang sebenarnya kamu inginkan.
Cara Sederhana Mulai
Kamu ga perlu nunggu momen sempurna buat coba ini. Ambil kertas kosong, dan buat tiga judul di atasnya:
Hidup Satu — jalur yang lagi kamu jalani sekarang, diproyeksikan lima tahun ke depan. Hidup Dua — apa yang bakal kamu kerjain kalau jalur pertama tiba-tiba ga bisa dilanjutin. Hidup Tiga — hidup yang bakal kamu jalani kalau uang dan citra diri bukan pertimbangan lagi.
Buat masing-masing, coba bayangin: kerjaan sehari-harinya kayak gimana, tinggal di mana, sama siapa, dan pertanyaan besar apa dari hidup kamu yang mungkin terjawab kalau kamu beneran ngejalanin versi itu selama lima tahun.
Baru setelah ketiganya selesai, baru diliat lagi: elemen mana dari masing-masing rencana yang sebenarnya bisa digabung, dan elemen mana yang ternyata cuma khayalan sesaat yang ga se-menarik itu begitu ditulis konkret.
Bukan Soal Milih yang Terbaik
Poin terpenting dari latihan ini bukan buat langsung nentuin mana dari ketiga rencana itu yang “paling benar” dan lantas dijalankan penuh. Poinnya lebih ke ngasih kamu bukti nyata — bukan cuma keyakinan abstrak — bahwa kamu punya lebih banyak pilihan daripada yang kamu kira selama ini.
Begitu kamu sadar hidup yang sekarang cuma satu dari beberapa versi yang mungkin, tekanan buat “harus benar dari awal” jadi jauh berkurang. Dan justru dari situ, langkah selanjutnya biasanya jadi lebih jelas — bukan karena kamu udah nemuin jawaban pasti, tapi karena kamu udah berhenti nyari satu jawaban yang emang dari awal ga pernah ada.
Mau nyoba latihan ini tanpa perlu nunggu momen sempurna? Coba Odyssey Plan — chart tiga rute lima tahunmu dari titik keberangkatan yang sama, dan liat rute mana yang paling menarik kamu buat berlayar.
Bagian dari seri eksplorasi Play Productivity di wahyuteguh.com.