PENYUSUN NASKAH · BERBASIS NONVIOLENT COMMUNICATION

Obrolan Sulit

Buat obrolan yang terus kamu latih di kepala. Workshop kecil ini menuntunmu dari apa yang benar-benar terjadi sampai apa yang benar-benar kamu butuhkan — lalu menyusun kalimatnya bersamamu, baris per baris, memakai empat langkah Nonviolent Communication-nya Marshall Rosenberg.

— — —
≈ TUJUH MENIT TENANG · NGGAK ADA YANG KELUAR DARI HALAMAN INI

ATAU MULAI DARI YANG KAMU KENAL

BERBASIS EMPAT LANGKAH MARSHALL ROSENBERG SEMUA JALAN DAN TERSIMPAN DI BROWSER-MU
The Difficult Conversation TERSIMPAN english
I · THE SITUATION 0/4

DIA ITU…
VERSI CERITA

“Kamu nggak peka banget — musiknya selalu kencang.”

VERSI KAMERA

“Tadi malam jam sebelas, musik dari kamarmu kedengaran sampai tembus dinding kamarku.”

YANG TERJADI — HANYA YANG TERLIHAT
CATATAN — UJI KAMERA

Kamera menangkap piring yang masih di wastafel hari Jumat — kamera nggak bisa menangkap “nggak peka”. Yang satu momen; yang lain putusan. Putusan cuma ada di mata yang menilai, dan yang dinilai pasti membela diri.

KALIMAT SEJAUH INI

CATATAN — KATA YANG MENUDING BALIK

“Aku merasa diabaikan” itu tuduhan yang menyamar jadi perasaan — dia menunjuk ulah mereka. “Aku merasa kesepian dan sakit hati” cuma menunjuk dirimu. Yang kedua bisa diucapkan; yang pertama memulai pertengkaran.

atau punyamu:
KALIMAT SEJAUH INI

CATATAN — KEBUTUHAN ITU UNIVERSAL

Nggak ada yang cerewet cuma karena punya kebutuhan — keadilan, istirahat, didengar: semua orang bawa perangkat yang sama. Konflik biasanya cuma dua kebutuhan sungguhan yang bertabrakan di ruang sempit.

atau punyamu:
Maukah kamu ?

Satu kalimat. Waktu sekarang. Sesuatu yang bisa dilihat kamera sedang dilakukan.

CATATAN — UJI PENOLAKAN

Kalau dia nggak bisa bilang tidak, kamu bukan meminta — kamu mengumumkan. Permintaan sungguhan tetap utuh walau ditolak. Dan “tidak” itu data: dia kasih tahu kebutuhan dia mana yang belum terpenuhi.

DUGAANKU — MUNGKIN DIA MERASA…
…KARENA MUNGKIN DIA BUTUH…
KALAU DIA BILANG TIDAK, AKU INGATKAN DIRIKU…
SEBELUM BICARA, AKU MENENANGKAN DIRI DENGAN…
CATATAN — DUA KEBUTUHAN, SATU RUANG

Dugaan empatimu pasti sebagian salah. Nggak masalah — dugaan yang salah tapi disampaikan lembut (“kamu lagi butuh…?”) lebih enak diterima daripada kesimpulan yang benar tapi disampaikan dingin.

Apa pun hasilnya — setelahnya, catat diam-diam apa yang kamu syukuri sudah kamu ucapkan.

BUAT DIUCAPKAN
OBSERVE · FEEL · NEED · ASK
SIAP DIUCAPKAN